Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa

Eka Kartikawati, Alviana Ningsih, Budhi Akbar

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i3.398

Article Metrics

Abstract Views : 72 times
PDF Downloaded : 34 times

Abstract


Model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa. Model Group Investigation berpotensi dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa karena model ini menerapkan penyelidikan ilmiah yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian kami berusaha untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi jaringan tumbuhan. Metode: Digunakan sebanyak 74 siswa sebagai responden dalam penelitian ini. Soal tes keterampilan proses sains berupa pilihan ganda berjumlah 35 butir digunakan sebagai alat mengumpulkan data. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan rumus uji t yang sebelumnya diuji normalitas dan homogenitasnya. Hasil: Perhitungan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 75,5 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 67,4. Penelitian kami menginformasikan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) diketahui dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa (thitung = 5,01 > ttabel = 2,38) . Kesimpulan: Model pembelajaran Group Investigation memiliki potensi yang baik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.


Keywords


Model Pembelajaran Group Investigation, Keterampilan Proses Sains, Jaringan Tumbuhan

Full Text:

PDF

References


Andini, T., Saleh, H., Etty, N., & Tutut, IP. 2018. Scientific Process Skills: Preliminary Study Towards Senior High School Student in Palembang. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia.Vol. 4(3): 243-25. doi: 10.22219/jpbi.v4i3.6784.

Anthonia. 2017. Science Proccess Skill for Senior High School. Jurnal Pendidikan. Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 4

Budi, A. P. S., Sunarno, W., & Sugiyarto. 2018. Natural science modules with SETS approach to improve students’ critical thinking ability. Journal of Physics: Conference Series. Vol. 1022(1). doi: 10.1088/1742-6596/1022/1/012015.

Bundu, P. 2006. Penilaian Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Dalam Pembelajaran Sains Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.

Kurniawati, D., dkk. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dilengkapi LKS untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar pada Materi Pokok Hukum Dasar Kimia Siswa Kelas X MIPA 4 SMA N 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Kimia. Vol. 5(1): 51-57.

OECD. 2016. Programme for International Student Assesment (PISA) Results from PISA 2015.

Panjaitan, M. B., Nur, M., & Jatmiko, B.2015). Model

Pembelajaran Sains Berbasis Proses Kreatif-Inkuiri Untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Dan Pemahaman Konsep Siswa Smp. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. Vol. 11(1): 8-22. doi: https://doi.org/10.15294/jpfi.v11i1.3999.

Pratama, G. W., Rosilawati, I., & Efkar, T. (2015). Efektivitas Inkuiri Terbimbing Materi Asam- Basa- Garam Dalam Meningkatkan Keterampilan Klasifikasi Dan Komunikasi. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia, 4(3), 769–781.

Purwanto, M. N. 2013. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Puspita, S. A., Hidayati, S., & Surachman, S. 2016. Analisis Keterampilan Proses Sains yang Dikembangkan Dalam LKS Biologi Kelas X yang Digunakan Oleh Siswa MAN Di Kota Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Biologi. Vol. 5(1): 1–10.

Rustaman, N. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Universitas Negeri Malang: Malang.

Sari, R.R., dkk. 018. Pengaruh Model Pembelajaran GI-GI (Group Investigation-Guided Inquiry) Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Palembang. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika (JIPF). Vol. 5(2): 15-133. https://journal.uhamka.ac.id/index.php/bioeduscience | 5 BIOEDUSCIENCE Ningsih, 2019 | Running title…

Shahali, E.H.M., dkk. 2017. Primar School Teachers’ Understanding of Science Process Skills in Relation to Their Teaching Qualifications and Teaching Experience. Res Sci Educ

(2017) 47:257-281.

Slavin, R. 2005. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media. Sudewi, N. L. dkk. 2014. Studi Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Berdasarkan Taksonomi Bloom. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA. Volume 4. No. 1.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Ulmiah, N., dkk. 2016. Studi Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Kelas Pada Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Suhu dan Kalor Melalui Mode Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation di SMA Negeri 11 Palembang. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika ISSN 2355-7109. Volume 3. No. 1. Hlm. 1-8.

Widiantara. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI. Journal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha.Vol. 2 (1) .

Wiratana, I ketut., dkk. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok (Group Investigation) terhada Keterampilan Proses dan Hasil Belajar SainsSiswa SMP. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan

Ganesha Program Studi IPA. Vol. 3(1): 1-12.

Wulandari, F.E. 2016. PengaruhPembelajaran Berbasis Proyek Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Mahasiswa. Jurnal Pedagogia ISSN 2089-3033. Vol. 5(2): 247-254.


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 eka kartikawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.