Nilai Karakter Pada Motif Batik Sejarah Khas Ngawi sebagai Muatan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar

Siska Handayani, Sukarno Sukarno, Muhammad Ismail Sriyanto

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.774

Article Metrics

Abstract Views : 122 times
PDF Downloaded : 19 times

Abstract


Munculnya permasalahan terkait kurangnya moral di masyarakat yang disebabkan oleh gagalnya penanaman nilai karakter pada anak usia sekolah menimbulkan kekhawatiran. Pendidikan karakter menjadi penting untuk menjawab soalan tersebut salah satunya melalui penanaman di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter diintegrasikan dan dikembangkan dalam setiap muatan pelajaran yang ada sesuai dengan perencanaan dari Kemendikbud, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Salah satunya melalui mata pelajaran Seni Rupa (SBdP) yang termuat pada Kompetensi Dasar di kelas V yaitu (KD) 3.4 memahami karya seni rupa daerah (batik). Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan hermeneutika atau pemaknaan untuk menganalisis nilai karakter yang terkandung pada motif batik. Penelitian dilakukan di tiga rumah produksi batik di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menemukan adanya nilai karakter pada setiap motif batik khas Ngawi yang sesuai dengan 18 nilai karakter menurut UU Sisdiknas Tahun 2003 Pasal 3. Kesimpulan tersebut dapat dilihat melalui pemaknaan motif batik secara visual terkait gambar dan warna.

Keywords


nilai karakter; motif batik sejarah; pendidikan seni rupa

Full Text:

PDF

References


Ashadi. (2017). Metode Hermeneutik dalam Penelitian Sinkretisme Bentuk Arsitektur.

Desi Indriyani, Desyandri, Yanti Fitria, I. (2019). Penanaman Pendidikan Karakter Anak Dalam Stuktur Sosial Keluarga Desa Di Yogyakarta. Jurnal Basicedu, 3(2), 524–532.

Faizah, N. I. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Untuk Menumbuhkan Nilai Karakter Peduli Lingkungan Pada Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar. Profesi Pendidikan Dasar, 1(1), 57. https://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.3956

Fitria, N., Selian, R. S., & Kuala, U. S. (2020). Pembelajaran seni rupa di sanggar art galery febi. V, 71–80.

Galang Surya Gumilang. (2016). Metode Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bimbingan dan Konseling. Jurnal Fokus Konseling, 2(2). Retrieved from http://ejournal.stkipmpringsewu-lpg.ac.id/index.php/fokus/a

Mahliana, L., & Mustikarini, I. D. (2013). Pendidikan Karakter Anak Melalui Seni Batik. Citizenship Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(2), 119.

https://doi.org/10.25273/citizenship.v1i2.1102

Mitrakasih La Ode Onde1, Hijrawatil Aswat2, Fitriani B3, E. R. S. (2020). Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (Ppk) Era 4.0 Pada Pembelajaran Berbasis Tematik Integratif Di Sekolah Dasar. 4(4), 1336–1349.

Primadata, A. P., Soemanto, R. B., & Haryono, B. (2018). Tindakan Orangtua Dalam Menyekolahkan Anak Berkebutuhan Khusus Pada Layanan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar Negeri 1 Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kota Purwokerto. Jurnal Analisa Sosiologi.

Singgih, A. P. (2016). Karakteristik Motif Batik Kendal Interpretasi dari Wilayah dan Letak Geografis. Imajinasi: Jurnal Seni, 10(1), 51–60. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi%0Ahttps://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi/article/view/8816

Suhra, S. (2019). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Budaya Masyarakat Bugis Bone. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 11(1), 222. https://doi.org/10.30739/darussalam.v11i1.459

UU RI, NO.20, 2003, P. . (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Widodo, D. I., & Widijanto, T. (2017). Ngawi Bertutur. Ngawi.


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Siska Handayani, Sukarno, Muhammad Ismail Sriyanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.