Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Menengah Atas Perbatasan Entikong Kalimantan Barat

Thomy Sastra Atmaja, Jagad Aditya Dewantara, Bambang Budi Utomo

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i4.545

Article Metrics

Abstract Views : 25 times
PDF Downloaded : 7 times

Abstract


Pelaku pendidikan di wilayah perbatasan Entikong Kalimantan Barat memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mempertahankan nilai karakter bangsa. Entikong marupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia menyimpan potensi degradasi nilai karakter bangsa yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, maka lembaga pendidikan (sekolah) di perbatasan Entikong menerapkan program penguatan pendidikan karakter sebagai instrumen preventif dalam membina dan menumbuh kembangkan nilai utama karakter bangsa (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalbar dilakukan melalui 3 (tiga) program yakni pengembangan diri, mengintegrasikan dalam mata pelajaran, serta melalui budaya sekolah. (1) Program pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan dan kegiatan pengondisian di sekolah. (2) Program mengintegrasikan nilai karakter dilakukan oleh guru melalui integrasi/menyisipkan nilai karakter kedalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. (3) Program budaya sekolah dilakukan dengan cara menetapkan visi dan motto sekolah yang mengandung nilai karakter, memajang banyak bendera merah putih di sepanjang teras sekolah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, memajang banyak kalimat motivasi dan bernilai karakter di sepanjang lingkungan sekolah, menerapkan 5 S yakni (senyum, salam, sapa, sopan, santun), menampilkan sikap saling peduli dan kasih sayang kepada seluruh warga sekolah, menetapkan tata tertib sekolah, menciptakan 4 program unggulan sekolah, melaksanakan kegiatan ekstakurikuler yang dapat membentuk karakter peserta didik, menunjukkan contoh teladan yang baik, menindak tegas dengan sanksi jika ada peserta didik yang melanggar disiplin atau tata tertib, serta mengarahkan dan mengirim peserta didik untuk aktif mengikuti ajang perlombaan agar terbentuk karakter berani berkompetisi.

Keywords


pendidikan karakter, berbasis sekolah,Perbatasan Malaysia-Indonesia

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian. Jakarta: Renika Cipta.

Creswell, J. . (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar.

Dewantara, J. A., Efriani, Sulistyarini, & Prasetiyo, W. H. (2020). Optimization of Character Education Through Community Participation Around The School Environment ( Case Study in Lab School Junior High School Bandung ). Journal of Etika Demokrasi, 5(1), 53–66.

Flora, M. (2019). Kasus Pengeroyokan Audrey dari Kronologi Hingga Petisi. Diakses 30 April 2020 Online. https://www.liputan6.com/news/read/3938047/kasus-pengeroyokan audrey-dari-kronologi-hingga-petisi

Ishaq, M. (2011). Pembinaan Nasionalisme Pemuda Perbatasan Melalui Program Pendidikan Luar Sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17(6), 459–468. http://journal.um.ac.id/index.php/jip/article/view/2878

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (n.d.). Infografis Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter. Diakses 30 April 2020 Online. https://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/.

Mardawani, & Kurniati, A. (2017). Model Pembinaan Rasa Kebangsaan Melalui Citizenship Education Pada Masyarakat Entikong Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(1), 41–47. http://journal2.um.ac.id/index.php/jppk

Miles, & Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter.

Prasetiyo, W. H., Kamarudin, K. R., & Dewantara, J. A. (2019). Surabaya green and clean: Protecting urban environment through civic engagement community. Journal of Human Behavior in the Social Environment, 29(8), 997–1014. https://doi.org/10.1080/10911359.2019.1642821

Safitri, D. (2015). Representasi Nawacita dalam 100 Hari Kabinet Kerja Jokowi-JK. In Dialog Kebijakan Publik.

Samani, M., & Hariyanto. (2013). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Satori, J., & Komariah, A. (2011). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.

Suroso, A. (2018). Kekerasan Murid dan Perlindungan Guru. https://pontianak.tribunnews.com/2018/03/09/kekerasan-murid-dan-perlindungan-guru

Tim Pendidikan Karakter. (2010). Pendidikan Karakter Di SMP. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan SMP.

Tim Pengembang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. (2010). Penguatan Metodelogi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Penguatan Pendidikan Karakter. (2012). Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Penguatan Pendidikan Karakter. (2017). Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter. Pusat Analisis dan Sinkronisasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Yustiani. (2018). Nationalism Through School Education For Senior High School Students In Border Area Of West Kalimantan Pendahuluan. Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi, 04(01), 111–124.


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Thomy Sastra Atmaja, Jagad Aditya Dewantara, Bambang Budi Utomo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.