Tinjauan Analisis Kritis Terhadap Faktor Penghambat Pendidikan Karakter di Indonesia

Aiman Faiz, Bukhori Soleh, Imas Kurniawaty, Purwati Purwati

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1014

Article Metrics

Abstract Views : 78 times
PDF Downloaded : 22 times

Abstract


Fokus artikel ini membahas tentang faktor penghambat dalam pendidikan karakter. Pemangku kebijakan sebenarnya sudah membuat regulasi yang dalam Undang-undang Sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003. Namun, terdapat kendala dalam pelaksanaan pendidikan karakter sehingga perlu diuraikan fakor penghambat apa saja. Library Research atau studi kepustakaan terkait topik yang dibahas adalah metode penelitian yang digunakan oleh peneliti., sumber bacaan berasal dari buku, artikel penelitian terdahulu, adapun tambahan informasi didapatkan dari pengalaman dan informasi dari pakar pendidikan karakter. Hasil kritsalisasi pemikiran peneliti, setidaknya ada lima elemen yang menjadi kritik dan harus menjadi evaluasi kedepannya. Diantaranya adalah kesalahan peran orang tua dalam mendidik, kesalahan peran sekolah dalam mendidik, peran masyarakat yang belum memahami tanggung jawabnya, peran media yang mempertontonkan hal negatif dan kondisi terkini dengan kebiasaan baru yang mempengaruhi psikologis siswa. Lima elemen tadi jika memberikan peran negatif dari masing-masing tentu akan semakin membuat pendidikan karakter sulit tertanam dalam diri siswa. Kurangnya intervensi dan adanya habituasi ke arah negatif, akan memberikan dampak buruk bagi karakter siswa (bad character). Dapat ditarik kesimpulan, pendidikan karakter harus melalui proses intervensi dan habituasi secara continue, terinegrasi dan dilakukan dengan penuh kesadaran oleh setiap elemen.

Keywords


Hambatan, pendidikan karakter, analisis kritis

Full Text:

PDF

References


Agung, I. M. (2020). Memahami Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Psikologi Sosial. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 1(2), 68–84.

Apriliawati, S. (2019). Pengaruh Terpaan Berita Kasus Narkoba pada Kalangan Public Figure Ditelevisi terhadap Tingkat Kecemasan dan Sikap Proteksi Ibu Rumah Tangga (Studi Eksplanatif Kuantitatif di Desa Jatiyoso, Jatiyoso, Karanganyar). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Budimansyah, D. (2010). Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Karakter Bangsa. Widya Aksara Press.

Budimansyah, D. (2012). Perencanaan Pembelajaran Berbasis Karakter seri pembinaan Profesionalisme Guru. Widya Aksara Press.

Christiana, E. (2019). Identifikasi Bentuk kekerasan dan Penangannya di Lingkungan Sekolah Dasar. Child Education Journal, 1(2), 58–64. https://doi.org/10.33086/cej.v1i2.1368

Faiz, A. (2018). Internalisasi nilai cinta tanah air melalui lagu-lagu kebangsaan dalam meningkatkan karakter nasionalisme siswa (Studi pada kegiatan pembiasaan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan di SMPN 2 Sumber-Cirebon) [Universitas Pendidikan Indonesia]. http://repository.upi.edu/36821/

Faiz, A. (2019). Program Pembiasaan Berbasis Pendidikan Karakter Di Sekolah Aiman Faiz karena kualitas karakter menentukan. PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon, 5(20). https://doi.org/htps://doi.org/10.32534/jps.v5i2.741

Faiz, A. (2020). Evaluasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Program Pembiasaan Menyanyikan Lagu-Lagu. 8(3), 176–181.

Faiz, A., & Kurniawaty, I. (2020). Konsep Merdeka Belajar Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Progresivisme. Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran. https://doi.org/https://doi.org/10.35457/konstruk.v12i2.973

Faiz, A., Purwati, P., & Kurniawaty, I. (2020). Construction of Prosocial Empathy Values Through Project Based Learning Methods Based on Social Experiments (Study of Discovering Cultural Themes in the Sumber-Cirebon Society). Ta Dib : Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 51–62. https://doi.org/10.29313/tjpi.v9i1.6220

H.A.R Tilaar. (2016). Pedagogik teoritis untuk Indonesia. Kompas Media Nusantara.

Hakam, K. A. (2011). Pengembangan Model Pembudayaan Nilai-Moral dalam Pendidikan Dasar di Indonesia : Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Bandungrejosari 1 Kota Malang , Jawa Timur. Sosiohumanika, 4(2), 159–184.

Hakam, K. A., & Nurdin, E. S. (2016). INTERNALISASI NILAI-NILAI. CV. Maulana Media Grafika.

Herlambang, Y. T. (2018). Pedagogik Telaah Kritis Ilmu Pendidikan Dalam Multiperspektif. Bumi Aksara.

Hermawan Mappiwali. (2019, November). Siswa SD di Makassar Curi HP, Ngaku buat Biaya Sekolah. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-4772729/siswa-sd-di-makassar-curi-hp-ngaku-buat-biaya-sekolah

Hidayati, N. (2016). Konsep Integrasi Tripusat Pendidikan Terhadap Kemajuan Masyarakat. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 11(1).

Hyoscyamina, D. E. (2011). Peran keluarga dalam membangun karakter anak. Jurnal Psikologi, 10(2), 144.

KPAI. (2017). Indonesia Peringkat Tertinggi Kasus Kekerasan di Sekolah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Lickona, T. (1991). Educating for Character, How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.

Lickona, T. (2012). Character Matters (Uyu Wahyudun dan Budimansyah (ed.)). PT. Bumi Aksara.

Megawangi. (2016). Pendidikan karakter solusi yang tepat untuk membangun bangsa. Indonesia Heritage Foundation.

Mini Sukanda. (2016). Hindari Menerapkan 12 Gaya Populer Pada Anak. Momdaddy.Com. http://momdadi.com/momdadi/hindari-menerapkan-12-gaya-populer-pada-anak/

Muslich, M. (2010). Pendidikan karakter menjawab tantangan krisis multidimensional. PT. Bumi Aksara.

Nency, Y., & Arifin, M. T. (2005). Gizi Buruk, Ancaman Generasi yang Hilang. Inovasi, 5, 61-64.

Nıcky Aulıa Wıdadıo. (2019). KPAI catat 153 kasus kekerasan fisik dan psikis di sekolah pada 2019. AnadoluAgency. https://www.aa.com.tr/id/nasional/kpai-catat-153-kasus-kekerasan-fisik-dan-psikis-di-sekolah-pada-2019/1688253#:~:text=Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI,di lingkungan sekolah sepanjang 2019.&text=Menurut dia%2C bentuk kekerasan itu,lapangan sekolah

Nucci, L., Narvaez, D., & Krettenauer, T. (2014). Handbook of moral and character education. In Handbook of Moral and Character Education. https://doi.org/10.4324/9780203114896

Nur, L. M. (2020). Polisi Tangkap 8 Bocah SD karena Mencuri di Vihara Makassar. INewsSulsel.Id. https://sulsel.inews.id/berita/polisi-tangkap-8-bocah-sd-karena-mencuri-di-vihara-makassar

Strong, P. (1990). Epidemic psychology amodel. (12(31), 249-259.

Suparmi, S., & Isfandari, S. (2016). Peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja laki-laki dan perempuan di Indonesia. Indonesian Bulletin of Health Research, 44(2), 139.

Superka, D. P. dkk. (1976). Values Education Sourcebook, Conceptual Approach, Material Analyses, and an Annotated Bibliography. Social Science Eucation Consortium Inc.

TribunNews. (2021). Bocah SD Curi Motor agar Terlihat Keren, Ditangkap saat Aksi Ketiga di Halaman Masjid. Tribun Jatim.Com. https://video.tribunnews.com/view/202587/bocah-sd-curi-motor-agar-terlihat-keren-ditangkap-saat-aksi-ketiga-di-halaman-masjid

Yusuf, S. (2012). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Aiman Faiz, Bukhori Soleh, Imas Kurniawaty, Purwati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.