Estetika Gerak Tari Sintren Pemalang: Transformasi Ritual ke Pertunjukan dan Implikasinya dalam Pendidikan Budaya

Authors

  • Evi Putrianti Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia
  • Antonia Indrawati Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Indonesia
  • Oriza Sativa Universitas Bumi Persada, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i4.11921

Keywords:

tari sintren, estetika gerak, pergeseran budaya, pendidikan budaya

Abstract

Tari Sintren Pemalang sebagai kesenian tradisional pesisir utara Jawa telah mengalami transformasi estetika gerak yang signifikan dari era pra-kolonial hingga era digitalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran estetika gerak Tari Sintren Pemalang beserta implikasinya dalam pendidikan budaya. Berbeda dari kajian terdahulu yang mengkaji Sintren pada dimensi ritual dan religi, penelitian ini menawarkan kebaruan konseptual mengenai estetika gerak serta jenis Sinten sebagai arena analisis perubahan makna budaya seni pertunjukan tradisional Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, studi literatur, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika gerak Sintren Klasik mengalami pergeseran dari karakter spontan-sakral menuju bentuk terstruktur yang berorientasi hiburan atau Sintren Mbarang yang lebih responsif terhadap modernisasi, globalisasi, serta perubahan kebutuhan masyarakat. Secara praktis, temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran seni berbasis kearifan lokal yang menempatkan transformasi budaya sebagai materi pembelajaran kritis, bukan sekadar objek pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi

References

Edgerton, J. D., & Roberts, L. W. (2014). Cultural capital or habitus? Bourdieu and beyond in the explanation of enduring educational inequality. Theory and Research in Education, 12(2). https://doi.org/10.1177/1477878514530231

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and signifying practices spectacle of the other. Sage Publication.

Creswell, Jhon, W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih di antara lima pendekatan. Mycological Research, 94(3).

Edgerton, J. D., & Roberts, L. W. (2014). Cultural capital or habitus? Bourdieu and beyond in the explanation of enduring educational inequality. Theory and Research in Education, 12(2). https://doi.org/10.1177/1477878514530231

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and signifying practices spectacle of the other. Sage Publication.

Hermaliza, E., Zahrina, C., Yoga, S., & Juaini, I. (2017). Revitalisasi Seni yang Hampir Punah di Provinsi Aceh. In Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Huang, X. (2019). Understanding Bourdieu - Cultural Capital and Habitus. Review of European Studies, 11(3). https://doi.org/10.5539/res.v11n3p45

Lestari, W., Iryanti, V. E., & Barus, S. S. (2021). The Image of Woman in the Sintren and Kuda Kepang Arts: Gender Reality and Aesthetic Exploration. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 21(2). https://doi.org/10.15294/harmonia.v21i2.29927

Marwah, S., Pratiwi, O. C., & Ramadhanti, W. (2025). Sintren Dance, Women, and Power Contestation on the North Coast of Java. Dirasat: Human and Social Sciences, 52(3). https://doi.org/10.35516/hum.v52i3.4272

Mathew, M. L. (2024). FOLK RITUAL TO ARTISTIC PERFORMANCE: CHANGING TERRAINS OF THIRAYATTAM. ShodhKosh: Journal of Visual and Performing Arts, 5(4). https://doi.org/10.29121/shodhkosh.v5.i4.2024.1004

Nindasari, S. W. (2019). Sendratari Sintren Karya Naeni Meiarsih?: Kajian Estetika Djelantik. Seni Tari, 8(2).

Palazzolo, D. J. (2023). Miles & Huberman. Experiencing Citizenship: Concepts and Models for Service-Learning in Political Science.

Pamuji, K. (2022). Fenomena Seni Pertunjukan Sintren Pesisiran dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pedekatan Antropologis. Abdi Seni, 13(1). https://doi.org/10.33153/abdiseni.v13i1.4220

Permana, E. C., & Parlindungan, D. R. (2023). Interaksi Simbolik dalam Pertunjukan Kesenian Tari Sintren Cirebon. KALBISOCIO Jurnal Bisnis Dan Komunikasi, 10(2). https://doi.org/10.53008/kalbisocio.v10i2.2148

Pradoko, A. M. S. (2017). A.M. Susilo Pradoko - Paradigma Metode Penelitian Kualitatif. Paradigma Metode Penelitian Kualitatif.

Putra, Z. A. W., Muryasari, D., & Medilianasari, R. (2024). Integrating Ethnopedagogy and Cultural Arts Education: Preserving Indonesia’s Heritage in the Globalized Era. Indonesian Journal of Educational Research and Review, 7(3). https://doi.org/10.23887/ijerr.v7i3.76244

Putrianti, E. (2019). PENCIPTAAN NASKAH DRAMA LOLO TRANSFORMASI KEHIDUPAN PENARI SINTREN PEMALANG. TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater Dan Sinema, 15(1). https://doi.org/10.24821/tnl.v15i1.2785

Putrianti, E., Sumaryadi, & Alya, W. C. (2022). Transformasi Nilai-Nilai Estetika Tubuh Perempuan Dalam Seni Pertunjukan Sintren Pemalang: Kearifan Lokal Dalam Wajah Baru. Seminar Nasional 2022 - NBM Arts.

Reza Imawan, Z. (2024). The Shadow of Koentjaraningrat: Anthropology in Indonesia’s Post-Colonial. Jurnal Mengkaji Indonesia, 3(2). https://doi.org/10.59066/jmi.v3i2.865

Rianta, I. M., Santosa, H., & Sariada, I. K. (2019). Estetika Gerak Tari Rejang Sakral Lanang Di Desa Mayong, Seririt, Buleleng, Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3). https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.678

Rohmah, F. N., & Iryanti, V. E. (2015). Nilai Estetis Pertunjukan Kesenian Sintren Retno Asih Budoyo Di Desa Sidareja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap. Jurnal Seni Tari, 4(1).

Sahid, N., Syafii, A. S. H., Sathotho, S. F., Yuliadi, K., & Purwanto, P. (2025). The Impact of Digital Technology on Various Traditional Theaters: An Examination of the Sociology of Arts. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 25(2). https://doi.org/10.15294/harmonia.v25i2.24730

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy apporach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370

Sentosa, F. B., Qeis, M. I., & Nuriyanti, W. (2023). Pengenalan Cerita Rakyat Kesenian Sintren Cirebon melalui Perancangan Buku Pop Up. Cipta, 2(1). https://doi.org/10.30998/cipta.v2i1.1998

Siti Patimah, I. S., & Susanto, D. (2025). Komodifikasi Tubuh Perempuan pada Pertunjukan Tari Ronggeng Ketuk di Indramayu. Panggung, 35(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v35i3.3615

Sudarto, S., Nurholis, E., & Brata, Y. R. (2024). Potensi Sintren Sebagai Sumber Nilai dan Spiritual Masyarakat Petani Patimuan. Jurnal Artefak, 11(2). https://doi.org/10.25157/ja.v11i2.16437

Sudikan, S. Y., Indarti, T., & Afdholy, N. (2023). Commodification of the Performing Arts of Thak-Thakan Gembong Singo Lawe in East Java. International Journal of Anthropology, 38(1–2). https://doi.org/10.14673/IJA2023121105

Sugiarto, E., Syarif, M. I., Mulyono, K. B., bin Othman, A. N., & Krisnawati, M. (2025). How is ethnopedagogy-based education implemented? (A case study on the heritage of batik in Indonesia). Cogent Education, 12(1). https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2466245

Suhendi Afryanto, Arthur Supardan Nalan, & Gustiyan Rachmadi. (2023). Gong Rénténg Transformation From Sacral to Profan. Mudra Jurnal Seni Budaya, 39(1). https://doi.org/10.31091/mudra.v39i1.2520

Suryandoko, welly. (2023). Teater Monolog Tradisional Bentuk Pertunjukan, Nilai, Dan Kehidupan Jalanan. Geter?: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 6 No.

Suryawan, A. I. (2025). Women and traditional performing arts: Preserving heritage in the Sukabumi’s Dogdog Lojor. Cogent Arts and Humanities, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2025.2492422

Sutardi, E. (2022). Komunikasi Seni Teater Tradisional Dalam Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Budaya Banjar. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(2).

Wen, Y., Ha, S. W., & Tan, C. C. (2025). Cultural commodification as cultural sustainability: a case study of the Xiangxi Tujia Bai Shou dance. Cogent Arts and Humanities, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2025.2568642

Yudha, R. P. (2023). Soimah dan Sandrina dalam Perspektif Industri Budaya Adorno. Komuniti?: Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 15(2). https://doi.org/10.23917/komuniti.v15i2.23106

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Putrianti, E., Indrawati, A., & Sativa, O. (2026). Estetika Gerak Tari Sintren Pemalang: Transformasi Ritual ke Pertunjukan dan Implikasinya dalam Pendidikan Budaya. Jurnal Basicedu, 10(4), 2021–2035. https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i4.11921

Issue

Section

Articles

Citation Check