Pernikahan Dini Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai

Faizah Mangerang

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.1857

Article Metrics

Abstract Views : 40 times
PDF Downloaded : 21 times

Abstract


Suku Bajo selain terkenal dengan sukunya yang hidup bebas, mengembara di lautan luas, sehingga sering disebut sebagai pengembara laut. Suku Bajo diidentikkan dengan berbagai julukan, termasuk manusia perahu, yang kehidupannya tidak bisa dipisahkan dari laut dan perahu. masyarakat Suku bajo khususnya di Desa Jayabakti kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah masih banyak terjadi pernikahan dini atau pernikahan dibawah umuryang sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan layanan atau penyuluhan. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiapapenyebabpernikahan dini yang terjadi di DesaJayabakti.Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang pernikahan dini suku Bajo disebabkan oleh beberapa faktor: 1) pergaulan bebas, kebebasan bergaul tanpa ada arahan dari orang tua sehingga anak remaja yang belum bisa mengontrol diri dari segi emosional, kontrol diri dari hawa nafsu, kontrol diri dari pergauan bebas. 2) Pendidikan formal bukanlah hal yang terpenting dalam hidup mereka tapi bagaimana bisa bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari. 3) pola asuh orang tua suku Bajo dalam berbeda denga orang tua pada umumnya, suku Bajo sangat penyayang jika ada anak minta sesuatu maka orang tua mewajibkan dirinya untuk mengusahakan dan memenuhi permintaan anak tersebut.

Keywords


Suku Bajo, pernikahan dini

Full Text:

PDF

References


Angraini, W., Pratiwi, B. A., Febriawati, H., Yanuarti, R., Anita, B., & Oktarianita. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Pernikahan Usia Dini. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 8(2), 183–191. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/jbk.v8i2.2019.183-191

Asrofi. (2019). Dampak Psikologi Pernikahan Dini (Studi Kasus di Kecamatan Sanden Bantul Tahun 2014-2017). G-COUNS: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(2), 222–242. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.31316/g.couns.v3i2.314

Chae, S., & Thoai, N. (2017). The Global State of Evidence on Interventions to Prevent Child Marriage. Population Council: Ideas, Evidence, Impact. https://doi.org/10.31899/pgy8.1034

Dartono, & Dewi, T. H. (2020). Pergaulan Bebas Remaja Di Era Milenial Menurut Perspektif Pendidikan Agama Islam. Tarbawi, 17(1), 46–60. https://doi.org/https://doi.org/10.34001/tarbawi.v17i1.1189

Dwinanda, A. R., Wijayanti, A. C., & Werdani, K. E. (2015). Hubungan Antara Pendidikan Ibu dan Pengetahuan Responden dengan Pernikahan Usia Dini. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 76–81. https://doi.org/https://doi.org/10.24893/jkma.v10i1.166

Iskandar, H., & Farida, N. (2021). Pernikahan Dini dalam Perspektif Psikologi Keluarga. Jdariscomb: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(01). https://doi.org/https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v1i01.803

Jannah, M. (2016). Remaja dan Tugas-tugas Perkembangannya dalam Islam. Psikoislamedia, 1(1), 243–256. Retrieved from https://www.jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Psikoislam/article/view/1493

Lindja, L. U. (2020). Desaku Jayabakti Bajau Indonesia. Retrieved from https://www.bajauindonesia.com/desaku-jayabakti/

MCDevit, T. M., & Ormrod, E. J. (2013). Child Development and Education (5th Editio). Colombis: Ohio.

Moleong, L. J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mukodi. (2013). Pendidikan Ideologi dan Budaya Sebuah Diskursus. LPPM Press.

Mukramin, S. (2018). Strategi Bertahan Hidup: Masyarakat Pesisir Suku Bajo Di Kabupaten Kolaka Utara. Walasuji, 9(1), 175–185. Retrieved from https://jurnalwalasuji.kemdikbud.go.id/index.php/walasuji/article/view/29

Muntamah, A. L., Latifiani, D., & Arifin, R. (2019). Pernikahan Dini di Indonesia: Faktor dan Peran Pemerintah (Perspektif Penegakan dan Perlindungan Hukum Bagi Anak). Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 4(2), 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.31328/wy.v2i1.823

Pratiwi, N. K. S. (2018). Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar. Adi Widya: Jurnal Pendidkan Dasar, 3(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25078/aw.v3i1.908

Rumekti, M. M., & Pinasti, I. S. (2016). Peran Pemerintah Daerah (Desa) dalam Menangani Maraknya Fenomena Pernikahan Dini di Desa Plosokerep Kabupaten Indramayu. Jurnal Pendidikan Sosiologi. Retrieved from http://library.fis.uny.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=6579&keywords=

Santrock, W. J. (2012). Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup (Ketigabela). Erlangga.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supandi, M. (2016). Pesona Jayabakti Desa Terpadat di Dunia. Retrieved from https://www.hipwee.com/list/pesona-jayabakti-desa-terpadat-di-dunia/

Surawan. (2019). Pernikahan Dini: Ditinjau dari Aspek Psikologi. Al-Mudarris: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(200–219). Retrieved from https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/mdr/article/view/1432/1283

Wicaksono, A., & Siska, Y. (2020). Wajib Belajar 12 Tahun Rekomendasi Kebijakan Pendidikan Menengah Universal (PMU). In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana (PPs) Universitas PGRI Palembang (pp. 844–858). Retrieved from https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3925/3649


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Faizah Mangerang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.