Strategi Bertutur dalam Tindak Tutur Ekspresif Siswa pada Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia

Wita Oktavia, Ngusman Abdul Manaf

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2783

Article Metrics

Abstract Views : 206 times
PDF Downloaded : 122 times

Abstract


Ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini didasari alasan adanya tindak tutur ekspresif yang berpotensi menjatuhkan muka sehingga tindak tutur tersebut perlu dilengkapi dengan penggunaan strategi bertutur yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penggunaan strategi bertutur dalam tindak tutur mengucapkan terima kasih dan mengkritik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan yang digunakan siswa yang menunjukkan adanya strategi bertutur dalam tindak tutur mengucapkan terima kasih dan mengkritik pada saat proses pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung. Instrumen penelitian berupa gawai, alat tulis, dan lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik    simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Hasil penelitian diperoleh data bahwa frekuensi penggunaan strategi bertutur paling banyak, yaitu (1) bertutur terus terang tanpa basa-basi, (2) bertutur terus terang dengan kesantunan positif, (3) bertutur terus terang dengan kesantunan negatif, dan (4) bertutur samar-samar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi bertutur yang paling banyak adalah staretgi bertutur terus terang tanpa basa-basi dengan konteks penutur memiliki kedudukan yang lebih rendah dari mitra tutur dan penutur memiliki kedudukan yang sama dengan mitra tutur, serta topik yang dibahas tidak sensitif.


Keywords


Strategi bertutur, tindak tutur ekspresif, pembelajaran

Full Text:

PDF

References


Alfioda, T., Ngusman, A.M., & Ermawati, A. (2016). Strategi Bertutur dalam Tindak Tutur Ekspresif Bahasa Indonesia pada Kegiatan Diskusi. JPBSI, 5(2), 456–462.

Anshori, D. S. (2018). Tindak Tutur Ekspresif Meminta Maaf pada Masyarakat Muslim melalui Media Sosial di Hari Raya. Lingua, XIV(2), 112–125.

Azhari, A. S., Priono., & Nuriadi. (2018). Speech Acts of Classroom Interaction. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 4(2), 24–45.

Budiasih, L. T., Andayani., & Muhammad, R. (2016). Illocution on Speech Acts of Foreign Students in Indonesian Learning. Parole: Journal of Linguistics and Education, 6(2), 41–48.

Budiman, R. A., Mangatur, R. B., & Djatnika. (2019). Translation Technique of Utterance Which Accommodate Responses of Expressive Critizing and Apologizing Speech Acts. Jurnal Humanus, 18(1), 1–11.

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Halawa, N., Erizal, G., & Syahrul, R. (2019). Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Tindak Tutur Melarang dan Mengkritik pada Tujuh Etnis. Lingua, XV(2), 195–205.

Handayani, N. V. (2015). The use of Expressive Speech Acts in Hannah Montana Session 1. Register Journal, 8(1), 99–112.

Herfani, F. K., & Ngusman, A. M. (2020). Tindak Tutur Komisif dan Ekspresif dalam Debat Capres-Cawapres dada Pilpres 2019. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(1), 36–51.

Husna, L. L., & Ermawati, A. (2020). Strategi Kesantunan Bertutur Mahasiswa Kepada Dosen melalui Komunikasi WhatsApp. Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(4), 13–22.

Ibrahim, N. (2021). Survei Penerapan Strategi Bertutur Youtuber Indonesia Nonselebritis. Deiksis, 13(3), 268–276.

Ilyas, S & Qamar, K. (2012). Facebook Status Updates: a Speech Act Analysis. Academic Research International, 3(2), 500–507.

Irma, C. N. (2017). Tindak Tutur dan Fungsi Tuturan Ekspresif dalam Acara Rumah Perubahan Rhenald Kasali. Jurnal SAP, 1(3), 238–248.

Jatmiko, H. T. P., Budhi, S., & Edy, T. S. (2017). The Language Function in Oral Discourse at Sell-Buy Transaction in Klewer Market Surakarta and its Relevance Asindonesian Learning Materials in Senior High School. Proceeding of 2nd International Conference of Arts Language And Culture. ISBN978-602-50576-0-1.

Kurdghelashvili, T. (2015). Speech Acts and Politeness Strategies in an EFL Classroom in Georgia. International Scholarly and Scientific Research & Innovation, 9(1), 306–309.

Mahendra, Y., Berta, A., & R. (2022). Analisis Penggunaan Bahasa Ibu dalam Proses Pembelajaran dan Pergaulan Lingkungan Siswa. Jurnal Basicedu, 6(1), 700–708.

Mahmud, M. (2019). The Use of Speech Acts in Angngaru of Makassar Society. Retorika, 12(2), 141–153.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Miles, M. B & Michael, H. (1992). Analisis Data Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mohamad, A., Radzuwan, A. R., Kamariah, Y., Shireena, B. A. R., Saadiyah, D., Razali, M., & Kamarul, S. M. T. (2018). Speech Acts in the Facebook Status Updates Posted by an Apostate. International Journal of English Linguistics, 8(4), 226–231.

Moleong, L. J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Monica, L., & Afnita. (2019). Tindak Tutur Direktif dan Strategi Bertutur Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VII SMP Negeri 31 Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(3), 217–225.

Musika, T. P., Agustina, & Syahrul. (2019). Verbal Violence Performed by Supporters’ Group of Gubernatorial Candidates in the Political Discourse of Jakarta Election. Jurnal Humanus, 18(1), 88–100.

Nadar, F. X. (2009). Pragmatik & Penelitian Pragamtik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nurhamida & Tressyalina. (2019). Strategi Bertutur dalam Tindak Tutur Ekspresif Bahasa Indonesia pada Kegiatan Diskusi. JPBSI, 8(4), 21-29.

Oktavia, W. (2019). Tindak Tutur Perlokusi dalam Album Lirik Lagu Iwan Fals: Relevansinya terhadap Pembentukan Karakter. Lingua, XV(1), 1–10.

Prasetya, K. H., Hani, S., & Ari, M. (2022). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Peserta Didik terhadap Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(1), 1019–1027.

Puspitasari, D. (2020). Tindak Tutur Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kelas VII MTsN 4 Palu. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 5(3), 80–93.

Putri, D. J., Ermanto., Ngusman, A. M., & Abdurahman. (2018). Speech Act Politeness in Asking and Answering Questions in Discussion of Students at Madrasah Tsanawiyah Negeri. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 301, 354–360.

Rosnilawati., Ermanto., & Novia, J. (2013). Tindak Tutur dan Strategi Bertutur dalam Pasambahan Maantaan Marapulai Pesta Perkawinan di Alahan Panjang Kabupaten Solok. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 461–478.

Safitri, E. M., Izza, F. M., Nurul, I. Z., Tsabitah. A., Said, W., & Supeno. (2021). Keterampilan Komunikasi Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPA Berbasis Laboratorium Alam tentang Biopori. Jurnal Basicedu, 6(2), 2654–2663.

Salim & Syahrum. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Citapustaka Media.

Suranto., Aceng, R., & Nurrudin. (2020). The Strategy of Teaching Speaking Through Culture. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 7(1), 439–449.

Syahrul, R. (2008). Pragmatik Kesantunan Berbahasa: Menyibak Fenomena Berbahasa Indonesia Guru dan Siswa. Padang: UNP Press.

Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Tutuarima, Z., Nuraeningsih., & R. (2018). An Analysis of Speech Act Used in London Has Fallen Movie. Vision: Journal for Language and Foreign Language Learning, 7(2), 122–131.


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Wita Oktavia, Ngusman Abdul Manaf

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.