Analisis Kemampuan Literasi Peserta Didik Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum
DOI:
https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3097Keywords:
kemampuan literasi, siswa sekolah dasar, asesmen kompetensi minimumAbstract
Membaca merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh setiap individu manusia dan diajarkan dari sejak dini. Setiap peserta didik memiliki tingkat kemampuan membaca yang berbeda-beda, AKM dapat digunakan untuk mengevaluasi peserta didik dalam kemampuan membaca. Oleh karena itu, tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan literasi membaca pada peserta didik kelas V, mengetahui faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi dan cara peserta didik kelas V dalam menyelesaikan soal literasi AKM. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan lokasi penelitian di SDN Lubang Buaya 08 Pagi. Subjek penelitian adalah guru penanggung jawab AKM dan siswa peserta didik kelas V yang berada di SDN Lubang Buaya 08 Pagi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar atau moyoritas peserta didik kelas V SDN Lubang Buaya 08 pagi yang mengikuti AKM dikategorikan dasar. Kemampuan literasi membaca dipengaruhi oleh foktor internal (minat siswa) dan faktor eksternal (keluarga dan sekolah). Cara peserta didik dalam menyelesaikan soal literasi AKM dengan cara menyelesaikan terlebih dahulu soal yang mudah.
References
Amri, S., & Rochamah, E. (2021). Pengaruh Kemampuan Literasi Membaca Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 52–58.
Antoro, B. (2017). Gerakan Literasi Sekolah: Dari Pucuk Hingga Akar. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Asrijanty. (2020). AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Cahyani, I. R. (2016). Peran Orang Tua dan Guru dalam Mengembangkan Literasi Dini (Early Literacy) di Kabupaten Sidoarjo. Universitas Airlangga.
Republik Indonesia (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 03 Tentang Sistem Perbukuan. Jakarta.
Kemendikbud. (2019). Akses Meluas, Saatnya tingkatkan Kualitas. Retrieved April 10, 2021, from Kemendikbud website: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/hasil-pisa-indonesia-2018-akses-makin-meluas-saatnya-tingkatkan-kualitas
Kemendikbud. (2021). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 17 Tentang Asesmen Nasional. Jakarta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). United States of America: Sage.
Pratiwiningtyas, B. N., Susilangingsih, E., & Sudana, I. M. (2017). Pengembangan Instrumen Penilaian Kognitif untuk Mengukur Literasi Membaca Bahasa Indonesia Berbasis Model Pirls pada Siswa Kelas IV SD. Journal of Educational Research and Evaluation, 6(1), 1–9.
Saputri, K., Fauzi, & Nurhaidah. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Anak Kelas 1 SD Negeri 20 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 98–104.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Teguh, M. (2020). Gerakan Literasi Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 1(2), 1–9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
