Literasi Digital dan Pembelajaran Sastra Berpaut Literasi Digital di Tingkat Sekolah Dasar

Dipa Nugraha

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i6.3318

Article Metrics

Abstract Views : 569 times
PDF Downloaded : 267 times

Abstract


Pembicaraan tentang literasi digital di Indonesia masih dominan pada keterampilan penggunaan teknologi komunikasi & informasi dan internet serta pencegahan dari pengaruh negatif yang ada. Artikel ini bertujuan memberikan rujukan tambahan di dalam kepustakaan literasi digital agar pembicaraan tentang literasi digital dapat diperluas tidak sekadar pada isu tersebut. Artikel ini adalah artikel tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka dilakukan terhadap artikel-artikel yang diperoleh dengan metode survei internet melalui penelusuran dengan menggunakan kata kunci “literasi digital” melalui Google Scholar. Literatur lainnya di dalam pembahasan adalah peta jalan literasi digital dari Kominfo dan tulisan-tulisan akademisi internasional yang dipilih secara selektif berdasarkan jumlah kutipan tertentu melalui metode gelinding bola salju (snowballing). Hasil dari tinjauan pustaka berkenaan dengan literasi digital menghasilkan satu pendefinisian literasi digital sebagai seperangkat keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), pemahaman (understanding), dan kesadaran (awareness) yang dapat membuat seseorang untuk kritis, kreatif, produktif, bertanggung jawab, dan aman di dalam menggunakan teknologi informasi & komunikasi dan internet serta hadir ke dalam dunia digital sesuai dengan konteks kebutuhan dan atau lingkungan tertentu. Artikel ini juga sampai pada kesimpulan bahwa integrasi literasi digital di dalam pembelajaran di sekolah merupakan satu kemestian meskipun perlu dicermati pula akan adanya hambatan kesenjangan digital (digital divide) dalam konteks keindonesiaan.


Keywords


literasi digital, pembelajaran sastra, sekolah dasar, kesenjangan digital

Full Text:

PDF

References


American Library Association. (2013). Digital Literacy, Libraries, and Public Policy: Report of the Office for the Information Technology Policy’s Digital Literacy Task Force. Chicago, IL: American Library Association. Retrieved from https://literacy.ala.org/digital-literacy/

Ananda, R., Rani, A. R., & Fadhilaturrahmi, F. (2022). Pengembangan Model TPACK untuk Menunjang Kompetensi Profesional pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 9064–9069.

Arrajiv, D. A., Wahyuningsih, T., Kartini, K., & Rahmawati, L. E. (2021). Tingkat Kemandirian Belajar Siswa Ditinjau dari Implementasi Literasi Digital Siswa SMA Negeri 2 Sukoharjo. Buletin Literasi Budaya Sekolah, 3(1), 55–64.

Asari, A., Kurniawan, T., Ansor, S., & Putra, A. B. N. R. (2019). Kompetensi literasi digital bagi guru dan pelajar di lingkungan sekolah kabupaten Malang. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 3(2), 98–104.

Assidik, G. K. (2018). Pemanfaatan media sosial sebagai alternatif media pembelajaran berbasis literasi digital yang interaktif dan kekinian. In Seminar Nasional SAGA# 3 (Sastra, Pedagogik, dan Bahasa) (Vol. 1, pp. 242–246). Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan.

Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1997). Writing narrative literature reviews. Review of General Psychology, 1(3), 311–320.

Bawden, D. (2001). Information and digital literacies: a review of concepts. Journal of Documentation.

Bawden, D. (2008). Origins and concepts of digital literacy. In C. Lankshear & M. Knobel (Eds.), Digital literacies: Concepts, policies and practices (pp. 17–32). New York: Peter Lang Publishing, Inc.

Bawden, D., & Robinson, L. (2020). Information Overload: An Overview. Oxford Encyclopedia of Political Decision Making.

Belshaw, D. A. J. (2012). What is’ digital literacy’?: a pragmatic investigation. Department of Education, Durham University.

Calvani, A., Cartelli, A., Fini, A., & Ranieri, M. (2008). Models and instruments for assessing digital competence at school. Journal of E-Learning and Knowledge Society, 4(3), 183–193.

Casey, L., & Bruce, B. C. (2011). The Practice Profile of Inquiry: Connecting Digital Literacy and Pedagogy. E-Learning and Digital Media, 8(1), 76–85.

Crusoe, D. (2016). Data Literacy defined pro populo: To read this article, please provide a little information. The Journal of Community Informatics, 12(3).

Dudeney, G., Hockly, N., & Pegrum, M. (2013). Digital literacies: Research and resources in language teaching. Harlow, UK: Pearson Education Limited.

Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital literacy: A conceptual framework for survival skills in the digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93–106.

Fernanda, F. F. H., Rahmawati, L. E., Putri, I. O., & Nur’aini, R. (2020). Penerapan Literasi Digital Di SMP Negeri 20 Surakarta. Buletin Literasi Budaya Sekolah, 2(2), 141–148.

Ferrari, A. (2012). Digital competence in practice: An analysis of frameworks. Sevilla: JRC IPTS, 10, 82116.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Hague, C., & Payton, S. (2010). Digital literacy across the curriculum. Bristol: Futurelab.

Jones, R., & Hafner, C. (2012). Understanding digital literacies: A practical introduction. Oxford: Routledge.

KIC & Kominfo. (2020). Status Literasi Digital Indonesia 2020 Hasil Survei di 34 Provinsi. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kominfo. (2022). Budaya Digital Membaik, Indeks Literasi Digital Indonesia Meningkat - Siaran Pers No. 15/HM/KOMINFO/01/2022. Jakarta.

Kominfo & Deloitte Consulting. (2021). Roadmap Literasi Digital 2020-2024. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra. Informasi, 47(2), 149–166.

Kurnianingsih, I., Rosini, R., & Ismayati, N. (2017). Upaya peningkatan kemampuan literasi digital bagi tenaga perpustakaan sekolah dan guru di wilayah Jakarta pusat melalui pelatihan literasi informasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 3(1), 61–76.

Lankshear, C., & Knobel, M. (2015). Digital literacy and Digital Literacies:-policy, pedagogy and research considerations for education. Nordic Journal of Digital Literacy, 10(Jubileumsnummer), 8–20.

Law, N., Woo, D., & Wong, G. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills for indicator 4.4. 2. Montreal, Quebec: UNESCO.

Limilia, P., & Aristi, N. (2019). Literasi Media dan Digital di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sistematis. KOMUNIKATIF: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 8(2), 205–222.

Martin, A. (2005). DigEuLit–a European framework for digital literacy: a progress report. Journal of ELiteracy, 2(2), 130–136.

Martin, A., & Grudziecki, J. (2006). DigEuLit: Concepts and Tools for Digital Literacy Development. Innovation in Teaching and Learning in Information and Computer Sciences, 5(4), 249–267.

Microsoft & TRG. (2021). Civility, Safety & Interaction Online - 5th Edition. Bellevue, Washington: Microsoft Corporation.

Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.

Nugraha, D., & Octavianah, D. (2020). Diskursus Literasi Abad 21 di Indonesia. Jurnal Pendidikan Edutama, 7(1), 107–126.

Nurjanah, E., Rusmana, A., & Yanto, A. (2017). Hubungan literasi digital dengan kualitas penggunaan e-resources. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 3(2), 117–140.

OECD. (2021). 21st-Century Readers: Developing Literacy Skills in a Digital World. Paris: PISA, OECD Publishing.

Park, Y., & Gentile, D. (2019). DQ Global Standards Report 2019: Common Framework for Digital Literacy, Skills and Readiness. Singapore: DQ Institute.

Paul, J., & Criado, A. R. (2020). The art of writing literature review: What do we know and what do we need to know? International Business Review, 29(4), 101717.

Pinker, S. (2002). The Blank Slate: The Modern Denial of Human Nature. New York: Viking.

Pratiwi, N., & Pritanova, N. (2017). Pengaruh literasi digital terhadap psikologis anak dan remaja. Semantik, 6(1), 11–24.

Sahidillah, M. W., & Miftahurrisqi, P. (2019). Whatsapp sebagai media literasi digital siswa. Jurnal Varidika, 31(1), 52–57.

Sayers, A. (2007). Tips and tricks in performing a systematic review. The British Journal of General Practice, 57(542), 759.

Setyaningsih, R., Abdullah, A., Prihantoro, E., & Hustinawaty, H. (2019). Model penguatan literasi digital melalui pemanfaatan e-learning. Jurnal Aspikom, 3(6), 1200–1214.

Silvana, H., & Darmawan, C. (2018). Pendidikan literasi digital di kalangan usia muda di kota bandung. Pedagogia, 16(2), 146–156.

Son, J.-B., Park, S.-S., & Park, M. (2017). Digital literacy of language learners in two different contexts. Jalt Call Journal, 13(2), 77–96.

Son, J.-B., Robb, T., & Charismiadji, I. (2011). Computer literacy and competency: A survey of Indonesian teachers of English as a foreign language. Computer-Assisted Language Learning Electronic Journal (CALL-EJ), 12(1), 26–42.

Sujana, A., & Rachmatin, D. (2019). Literasi digital abad 21 bagi mahasiswa PGSD: apa, mengapa, dan bagaimana. In Current Research in Education: Conference Series Journal (Vol. 1, pp. 3–13).

Sutrisna, I. P. G. (2020). Gerakan literasi digital pada masa pandemi covid-19. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Seni, 8(2), 269–283.

Unsworth, L. (2005). E-literature for children: Enhancing digital literacy learning. London & New York: Routledge.

Wohlin, C. (2014). Guidelines for snowballing in systematic literature studies and a replication in software engineering. In EASE’14: Proceedings of the 18th international conference on evaluation and assessment in software engineering (pp. 1–10). London: Association for Computing Machinery (ACM).


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Dipa Nugraha

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.