Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar

Suratih Melianni Sibagariang, Asnita Hasibuan, Patri Janson Silaban

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.586

Article Metrics

Abstract Views : 9 times
PDF Downloaded : 1 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Explicit Instruction pada Tema Udara Bersih Bagi Kesehatan di kelas V SD Negeri 106144 Sei Mencirim. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjeknya yaitu peserta didik kelas V SD Negeri 106144 Sei Mencirim yang berjumlah 22 siswa yaitu 9 laki-laki dan 13 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada pretest (tes awal) siswa yang tuntas 27% dan tidak tuntas 73%, dengan nilai rata-rata 56. Pada post-test siklus I meningkat menjadi 64% yang tuntas, sedangkan yang tidak tuntas 36%, dengan nilai rata-rata 70. Pada post-test siklus II meningkat menjadi 82% yang tuntas, sedangkan yang tidak tuntas 18% , dengan nilai rata-rata 81. Selanjutnya, skor dari hasil observasi kegiatan guru pada siklus I dan meningkat pada siklus II yaitu nilai 78 (baik) meningkat menjadi nilai 85 (sangat baik) dan skor observasi kegiatan siswa pada siklus I dengan nilai 65 (cukup) meningkat pada siklus II dengan nilai 84 (baik).

Keywords


Hasil Belajar, Model Explicit Instruction

Full Text:

PDF

References


Abdul Rouf dan Lufita Raghda. (2018). Peranan Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Jombang. Sumbula, 903-926.

Ahmad, S. (2014). Problematika Kurikulum 2013 dan Kepemimpinan Intruksional Kepala Sekolah. Jurnal Pencerahan, 98.

Akbar, d. (2017). Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

al-Tabany. (2015). Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prenada Media Group.

Anderson, & Krthwohl. (2010). Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Yogyakarta: Prenada Media Group.

Ariani, N. F., S'dijah, C., dan Subandi. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing pada Materi Pecahan Sederhana Kelas III SD Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2016 Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar dalam Menghadapi Daya Saing Regional (ASEAN). 608-615.

Arikunto, Suhardjono, & Supardi. (2017). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Aqib, Z., & dkk. (2016). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung: Yrama Widya.

Bahrudin Ardi, A. M. (2013). Penerapan Metode Inkuiri Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas V SDN 5 Mayonglor Kabupaten Jepara. Universitas Negeri Semarang: Doctoral Dissertation. Dalyono. (2012). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Huda, M. (2014). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pessido.

Istarani. (2017). 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: CV Iscom Medan.

Jihad, Asep, & Harris, A. (2018). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pessido.

Joyce, B. C. (2009). Model of Teaching (Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Joyce, B., Calhoun, E., & Weil, M. (2009). Model of Teaching (Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kemendikbud. (2014). Permendikbud No. 103 tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran. Jakarta: Kemendikbud.

Kristian, Y., & Chaerul, M. (2010). Analisis Awal Implementasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu.

Lufita, A. R. (2018). Peranan Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Jombang. Sumbula, 903-926.

Madjid, A. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Meinita, M. D. N., Marhaeni, B., Winanto, T., Jeong, G. T., Khan, M. N. A., & Hong, Y. K. (2013). Comparison of agarophytes (Gelidium, Gracilaria, and Gracilariopsis) as potential resources for bioethanol production. Journal of applied phycology, 25(6), 1957-1961.

Mulyasa. (2008). Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurjanah, N. (2016). Peningkatan Hasil Belajar IPA Dengan Menerapkan Metode Inkuiri Siswa Kelas V SD Negeri 68 Kec. Bacukiki Kota Parepare. Publikasi Pendidikan, 107-110.

Purwanto. (2017). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Ruslamiarti, F. R. (2013). . Hubungan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 5 SDN 17 Kota Bengkulu, 30.

Shoimin. (2016). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Slameto. (2017). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sudjana, N. (2018). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sumiati, & Asra. (2018). Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenada Media Group.

Trianto. (2012). Mendesain Model Pembelajaran-Inovatif-Progresif. Jakarta: kencana Prenada Media Group.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (n.d.). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Widyastuti, F. P. (2018). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Melalui Model Pembelajaran Inquiry Learning. Jurnal Kiprah, 1-13.


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Suratih Melianni Sibagariang, Asnita Hasibuan, Patri Janson Silaban

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.