Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Non Kognitif untuk Siswa SMP
DOI:
https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i5.8183Abstract
Asesmen diagnostik non kognitif merupakan salah satu bentuk asesmen dalam kurikulum merdeka yang sangat penting untuk dilakukan. Namun, tidak tersedianya instrumen asesmen diagnostik non kognitif di sekolah menjadi salah satu kendala pelaksanaan asesmen ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik untuk siswa SMP yang valid dan reliebel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dan instrumen yang dikembangkan berupa kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan antara lain analisis validitas isi dengan model Gregory, analisis validitas konstruk dengan analisis faktor komfirmatorik (Comfirmatory Factor Analysis), dan analisis reliabilitas dengan model Alpha Cronbach. Instrumen ini disusun dengan maksud mengetahui kesejahteraan psikologis dan sosial emosional, aktivitas belajar mandiri, kondisi keluarga, latar belakang pergaulan, gaya belajar, karakteristik, dan minat siswa. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan model Gregory, dapat disimpulkan bahwa instrumen memenuhi validitas isi. Pengelolaan data uji coba empirik menggunakan analisis faktor komfirmatorik dan Alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan nilai KMO-MSA dan signifikansi memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke tahap analisis faktor. Hasil akhir instrumen yang dikembangkan berupa 37 butir pernyataan valid dan reliabel. Instrumen ini dapat dimanfaatkan oleh guru dalam melaksanakan asesmen diagnostik non kognitif untuk siswa SMP di sekolah
References
Hasli, R., Sappaile, B. I., & Pristiwaluyo, T. (2015). Pengembangan Instrumen Kompetensi Pedagogik Guru Kelas Sekolah Dasar Di Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 1(1), 1–7.
Hati, S. M. (2021). Arus Jurnal Pendidikan ( AJUP ) Efektivitas Penggunaan Aplikasi Quizizz dalam Melakukan Asesmen. Arus Jurnal Pendidikan (AJUP), 1.
Hendayani, S., Nurlaila, E., & Fitria, N. (2023). Kesiapan Guru Dalam Menyusun Asesmen Diagnostik Non Kognitif Peserta Didik Ditinjau dari Perspektif Psikologi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 28139–28146.
Indrawati, Samsul Bahri, Muh. Rusmayadi, Muh. Galang Isnawan, & Imam Pakhrurrozi. (2022). Pelaksanaan Asesmen Diagnostik: Tes Kepribadian Siswa Kelas VII di SMPN 4 Keruak. Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.29303/rengganis.v2i1.156
Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). PT. Raja Grafindo Persada.
Litwin, M. S. (1995). How to Measure survey Reliability and Validity. Sage Publications.
Margono. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta.
Nasution, S. W. (2023). Assesment Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. EJoES (Educational Journal of Elementary School), 4(3), 135–142. https://doi.org/10.30596/ejoes.v4i3.16853
Nurhasanah, A., Acesta, A., & Simbolon, M. E. (2023). Analisis Kebutuhan Pengembangan Assesmen Diagnostik Non Kognitif Jenjang Sekolah Dasar. Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(2), 46–54. https://journal.uniku.ac.id/index.php/pedagogi/article/view/8851
Pendidikan, B. standar kurikulum dan asesmen. (2022). Pembelajaran dan. Panduan Pembelajaran Dan Asesmen Pada Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Menengah, 119.
Pendidikan, M., Kebudayaan, D. A. N., & Indonesia, R. (2017). No Title.
Pristiwaluyo, T., & Syamsuddin, S. (2021). Development of an Instrument for Teachersâ€TM Attitudes towards Academic Supervision performed by Supervisors in Schools of Special Education. Journal of Educational Science and Technology (EST), 7(1), 40–49. https://doi.org/10.26858/est.v7i1.12954
Purwanto. (2004). AF jurnal 1_2. Analisis Faktor: Konsep, Prosedur Uji Dan Interpretasi, 12, 153–169.
Rahman, K., & Ririen, D. (2023). Implementasi Asesmen Diagnostik Non Kognitif dalam Kebijakan Sekolah. Edukatif?: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(5), 1815–1823. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.3954
Slamet, R., & Wahyuningsih, S. (2022). Validitas Dan Reliabilitas Terhadap Instrumen Kepuasan Ker. Aliansi?: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 17(2), 51–58. https://doi.org/10.46975/aliansi.v17i2.428
Suryabrata, S. (2014). Metodologi Penelitian. In Rake Sarasin (Vol. 52, Issue September). PT. Raja Grafindo Persada.
Syamsuryadin, S., & Wahyuniati, C. F. S. (2017). Tingkat Pengetahuan Pelatih Bola Voli Tentang Program Latihan Mental Di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 13(1), 53–59. https://doi.org/10.21831/jorpres.v13i1.12884
UU RI Nomor 20 Tahun 2003. (2003). No Title. 1, 1–42.
Watu, M. F., Sayangan, Y. V., Lawe, Y. U., Ngurah, D., Laksana, L., Guru, P., & Dasar, S. (2024). Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti PENERAPAN ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF PADA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11, 615–625.
Wiguna, I. K. W., & Tristaningrat, M. A. N. (2022). Langkah Mempercepat Perkembangan Kurikulum Merdeka Belajar. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 17. https://doi.org/10.55115/edukasi.v3i1.2296
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Lisna Lisna, Triyanto Pristiwaluyo, Iwan Suhardi
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).