Konseling Kelompok Teknik Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home

Durrotunnisa Durrotunnisa, Ratna Nur Hanita

DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.1823

Article Metrics

Abstract Views : 75 times
PDF Downloaded : 51 times

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah terjadi peningkatan motivasi belajar siswa broken home melalui layanan konseling kelompok teknik reinforcement positif. Jenis penelitian ini adalah PTBK menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 5 siswa kelas VIII dengan kriteria motivasi belajar rendah dan memiliki catatan khusus, yaitu mereka berasal dari keluarga broken home. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan wawancara. Tindakan konseling konseling kelompok teknik reinforcement positif dilaksanakan selama empat minggu. Persentase motivasi belajar siswa broken home mengalami peningkatan, dari  pra- tindakan sebesar 36% meningkat sebesar 15,99% setelah dilaksanakan siklus I. Selanjutnya setelah dilaksanakan tindakan konseling kelompok teknik reinforcement positif siklus II persentase motivasi belajar siswa meningkat sebesar 66,33%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan motovasi belajar siswa setelah diberikan layanan. Jadi, hasil penelitian membuktikan bahwa konseling kelompok teknik reinforcement positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa broken home SMP Negeri 4 Bolano Lambunu


Keywords


Reinforcement Positif, Siswa Broken Home, PTBK

Full Text:

PDF

References


Afandi, R. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dan Hasil Belajar IPS di Sekolah Dasar. In JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) (Vol. 1, Issue 1, p. 77). https://doi.org/10.22219/jinop.v1i1.2450

Amsari, D. (2018). Implikasi Teori Belajar E.Thorndike (Behavioristik) Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Basicedu, 2(2), 52–60. https://doi.org/10.31004/basicedu.v2i2.49

Arief, H. S., & Sudin, A. (2016). Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Problem-Based Learning (Pbl). Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Problem-Based Learning (Pbl), 1(1), 141–150. https://doi.org/10.23819/pi.v1i1.2945

Durrotunnisa, Pali, M., Atmoko, A., & Irtadji, M. (2018). Academic motivation assessment scale to Indonesian student : The confirmation of lee ’ s theory. 75–78.

Emda, A. (2018). Kedudukan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran. Lantanida Journal, 5(2), 172. https://doi.org/10.22373/lj.v5i2.2838

Erford, T. . (2017). 40 Teknik Yang Harus Diketahui Setiap Konselor. Pustaka Pelajar.

Fitriati, T. K. (2017). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Bimbingan Kelompok. Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, 6(1), 90. https://doi.org/10.21009/insight.061.09

Gopalan, V., Bakar, J. A. A., Zulkifli, A. N., Alwi, A., & Mat, R. C. (2017). A review of the motivation theories in learning. AIP Conference Proceedings, 1891(October 2017). https://doi.org/10.1063/1.5005376

Hasanah, S., Sahara, E., Sari, I. P., Wulandari, S., & Pardumoan, K. (2017). Broken Home pada Remaja dan Peran Konselor. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2), 1–6. https://doi.org/10.29210/3003212000

Hidayat, D. R., & Badrujaman, A. (2012). Penelitian Tindakan dalam Bimbingan dan Konseling. Indeks.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. PT Indeks.

Kiswoyowati, A. (2011). Pengaruh motivasi belajar dan kegiatan belajar siswa terhadap kecakapan hidup siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan, Edisi Khus(1), 120–126.

Lestari, A. F. (2017). Pelaksanaan Layanan Konseling Kelompok Menggunakan Pendekatan Behavioristik Dengan Teknik Reinforcement Positif Dalam Meningkatkan Sikap Disiplin Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 26 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2016/2017.

Novita, A. (2015). Pengaruh Pemberian Reward Transaksional Orangtua terhadap Prestasi Siswa Di SMK N 1 Saptosari. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 22(3), 251. https://doi.org/10.21831/jptk.v22i3.6833

Prasasti, D. E., Koeswanti, H. D., & Giarti, S. (2019). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Discovery Learning Di Kelas Iv Sd. Jurnal Basicedu, 3(1), 174–179. https://doi.org/10.31004/basicedu.v3i1.98

Prayitno. (1995). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Ghali Indonesia.

Purwanita, N. W. H., Dantes, N., & Setuti, N. M. (2013). Motivasi Belajar Siswa Yang Mengalami Kesulitan. Jurnal Pendidikan Dan Kejuruan, 8(1), 40–50. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJBK/article/viewFile/908/778

Sjukur, S. B. (2013). Pengaruh blended learning terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa di tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(3), 368–378. https://doi.org/10.21831/jpv.v2i3.1043

Soemanto, & Wasty. (2013). Psikologi Pendidikan. Rineka Cipta.

Sriwahyuni, I., Khusus, D. P., Pendidikan, F. I., & Indonesia, U. P. (2018). Teknik Behavior Contract Untuk Mengurangi Perilaku Hiperaktif Pada Peserta Didik Low Vision. Jassi Anakku, 19(1), 49–54.

Sukiyasa, K., & Sukoco, S. (2013). Pengaruh media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa materi sistem kelistrikan otomotif. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(1), 126–137. https://doi.org/10.21831/jpv.v3i1.1588

Suminah, S., Gunawan, I., & Murdiyah, S. (2019). Peningkatan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa melalui Pendekatan Behavior Modification. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori Dan Praktik Kependidikan, 3(2), 221–230. https://doi.org/10.17977/um027v3i22018p221


Altmetric Dimensions

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Durrotunnisa Durrotunnisa, Ratna Nur Hanita

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.